Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia (KPSTI) Gandeng Kementrian Kebudayaan: Gelar Syukuran 6 Tahun

Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementrian Kebudayaan menggelar acara pada hari Senen 1 Desember 2025, di Gedung E Lantai 9, Kemenbud, Senayan Jakarta. Pertemuan yang hangat, akrab dan sangat menyenangkan, utamanya terkait dengan rencana kegiatan KPSTI, bertajuk Tafakur dan Tasyakur 6 Tahun Retrospeksi Pencak Silat Tradisi Pasca Diakui UNESCO yang akan digelar pada Minggu, 14 Desember 2025 di Padepokan Pencak Silat. TMII. Jakarta Timur.
Mahfudz yang di disertai panitia dan pengurus KPSTI lainnya, adalah politisi senayan atau anggota DPR dari Fraksi PKS yang sekarang bertugas di Komisi I, sebelumnya pernah duduk sebagai Wakil Ketua Komisi X, menyatakan bahwa ,KPSTI bisa bersinergi denga pemerintah melalui Kemenbud, tentu dengan harapan tradisi pencak silat semakin dikenal dan berkembang tidak hanya di tanah air, tetapi juga meluas hingga ke manca negara. Sementara itu, Syamsul Hadi, Direktur Kepercayaan Kepada Tuhan YME dan Masyarakat Adat, menyarankan agar KPSTI menjalin kemitraan juga dengan Kemenpora, karena Kementrian tersebut telah membuka ruang pelestarian tradisi, melalui pengembangan olahraga tradisi masyarakat.
beliau menegaskan bahwa pengakuan tersebut tidak melulu pencak silat hanya sebatas sebagai beladiri saja, tetapi lebih utama pada spektrum budaya yang lebih luas, bersifat holistik, seperti tradisi lisan, ekspresi budaya atau seni pertunjukan, adat istiadat, ritual dan nilai nilai spiritual lainnya yang mengakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Baca Lainnya :
- Lokakarya KPSTI: Menegaskan Pentingnya Pelestarian Pencak Silat Berkelanjutan0
- Lokakarya Sosialisasi Pedoman Pelaksanaan Festival Penyajian Pencak Silar Tradisi0
- Pimpin Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia, Mahfudz Abdurrahman Dorong Pencak Silat jadi Tren Buda0
- KPSTI Gelar Sarasehan Pencak Silat Nasional 2024, Ini Pesan Bapak Pencak Silat Dunia Eddie Nalapraya0
- Ayo Bersama Membangun Bangsa - Lestarikan Seni Budaya Pencak Silat Tradisi, KPSTI Siap Sinergi Kolab0
Berbasis spirit pengakuan UNESCO itulah, Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia (KPSTI) dideklasikan pada 24 Agustus 2024 di Jakarta, utamanya dalam mengusung misi aksl program pelestarian, pengembangan dan oemanfaatan pencak silat (tradisi). Upaya memperkuat legitimasi itu, tentu negara atau pemerintah dituntut hadir dengan aksi perlindungan dan mempromosikan pencak silat agar membumi dan mendunia atau mengglobal.
Pokok pikiran itu mengemuka saat pertemuan H. Mahfudz Abdurrahman, S.Sos, Ketua Umum Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia (KPSTI) dengan Dr Restu Gunawan, M.Hum, Terkait dengan perhelatan Tafakur dan Tasyakuran ini, Ketua Panitia H. Yusron Syarief yang juga anggota Tim Komunitas pengusulan pencak ke UNESCO, memaparkan seluruh rangkaian acara kegiatan, antara lain orasi budaya, pengukuhan Ketua Umum KPSTI dan pelantikan
KPSTI Provinsi, Kabupaten dan Kota, sarasehan, pameran dan pergelaran komposisi pencak silat “Retrospeksi”. Selain itu, Yusron berharap. Mentri Kebudayaan Fadli Zon dapat menghadiri acara syukuran 6 Tahun Tradisi Pencak Silat Pasca Diakui UNESCO.
Restu Gunawan menyatakan sangat mengapresiasi dan berterima kasih pada upaya KPSTI dalam memajukan dan mengembangkan pencak silat tradisi, melalui dukungan yang bisa disinergikan dengan kegiatan kegiatan yang ada di Kementrian Kebudayaan. Restu juga meminta KPSTI, untuk segera menyampaikan surat ke Membud terkait acara 14 Desember, agar dapat disesuaikan dengan jadual Pak Mentri.
Menutup acara pertemuan, Ketua Umum KPSTI menambahkan akan ada sesie acara pemberian penghargaan atau anugerah, khususnya yang berperan dengan upaya pengusulan dan pengajuan tradisi pencak silat ke UNESCO, serta anugerah khusus yang berkontribusi atas aksi luar biasanya dalam bidang pelestarian dan pemajuan pencak silat. Pertemuan diachiri dengan photo bersama.
(H. Asep D/WMY)
