Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia (KPSTI) Gandeng Kementrian Kebudayaan: Gelar Syukuran 6 Tahun

By Administrator KPSTI 05 Des 2025, 07:02:49 WIB Nasional
Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia (KPSTI) Gandeng Kementrian Kebudayaan: Gelar Syukuran 6 Tahun

Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementrian Kebudayaan menggelar acara pada hari Senen 1 Desember 2025, di Gedung E Lantai 9, Kemenbud,  Senayan Jakarta. Pertemuan yang hangat, akrab dan sangat menyenangkan, utamanya terkait dengan rencana kegiatan KPSTI,  bertajuk Tafakur dan Tasyakur 6 Tahun Retrospeksi Pencak Silat Tradisi Pasca Diakui UNESCO yang akan digelar pada Minggu, 14 Desember 2025 di Padepokan Pencak Silat. TMII. Jakarta Timur.

Mahfudz yang di disertai panitia dan pengurus KPSTI lainnya, adalah politisi senayan atau anggota DPR dari Fraksi PKS yang sekarang bertugas di Komisi I, sebelumnya pernah duduk sebagai Wakil Ketua Komisi X, menyatakan bahwa ,KPSTI bisa bersinergi denga pemerintah melalui Kemenbud, tentu dengan harapan tradisi pencak silat semakin dikenal dan berkembang tidak hanya di tanah air,  tetapi juga meluas hingga ke manca negara. Sementara itu, Syamsul Hadi, Direktur Kepercayaan Kepada Tuhan YME dan Masyarakat Adat,  menyarankan agar KPSTI menjalin kemitraan juga dengan Kemenpora, karena Kementrian tersebut telah membuka ruang pelestarian tradisi, melalui pengembangan olahraga tradisi masyarakat.

beliau menegaskan bahwa pengakuan tersebut tidak  melulu pencak silat hanya sebatas sebagai beladiri saja, tetapi lebih utama pada spektrum budaya yang lebih luas, bersifat holistik, seperti tradisi lisan, ekspresi budaya atau seni pertunjukan, adat istiadat, ritual dan nilai nilai spiritual lainnya yang mengakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Baca Lainnya :

Berbasis spirit pengakuan UNESCO itulah, Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia (KPSTI) dideklasikan pada 24 Agustus 2024 di Jakarta, utamanya dalam mengusung misi aksl program pelestarian, pengembangan dan oemanfaatan pencak silat (tradisi). Upaya memperkuat legitimasi itu, tentu negara atau pemerintah dituntut  hadir dengan aksi perlindungan dan mempromosikan pencak silat agar membumi dan mendunia atau mengglobal.

Pokok pikiran itu mengemuka saat pertemuan H. Mahfudz  Abdurrahman, S.Sos, Ketua Umum Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia (KPSTI) dengan Dr Restu  Gunawan, M.Hum,  Terkait dengan perhelatan Tafakur dan Tasyakuran ini,  Ketua Panitia H. Yusron Syarief yang  juga anggota Tim Komunitas pengusulan pencak ke UNESCO, memaparkan seluruh rangkaian acara kegiatan, antara lain orasi budaya, pengukuhan Ketua Umum KPSTI dan pelantikan

KPSTI Provinsi,  Kabupaten dan Kota, sarasehan, pameran dan pergelaran komposisi pencak silat “Retrospeksi”. Selain itu, Yusron berharap. Mentri Kebudayaan Fadli Zon dapat menghadiri acara syukuran 6 Tahun Tradisi Pencak Silat Pasca Diakui UNESCO.

Restu Gunawan menyatakan sangat mengapresiasi dan  berterima kasih pada upaya KPSTI dalam memajukan dan mengembangkan pencak silat tradisi, melalui dukungan yang bisa disinergikan dengan kegiatan kegiatan yang ada di Kementrian Kebudayaan. Restu juga meminta KPSTI, untuk segera menyampaikan surat ke Membud terkait acara 14 Desember, agar dapat disesuaikan dengan jadual Pak Mentri.

Menutup acara pertemuan, Ketua Umum KPSTI menambahkan akan ada sesie acara pemberian penghargaan atau anugerah, khususnya yang berperan dengan upaya pengusulan dan pengajuan tradisi pencak silat ke UNESCO, serta anugerah khusus yang berkontribusi atas aksi luar biasanya dalam bidang pelestarian dan pemajuan pencak silat. Pertemuan diachiri dengan photo bersama.

(H. Asep D/WMY)







Temukan juga kami di

Ikuti kami di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube dan dapatkan informasi terbaru dari kami di sana.

Video Terbaru

Lihat Semua Video